Kabupaten Semarang - Sebuah pemandangan yang mengkhawatirkan terekam kamera dan seketika menyebar di jagat maya. Sebuah truk tanpa identitas plat nomor, melaju dengan muatan batu belah yang terlihat sangat berlebih, melintasi Jalan Raya Semarang–Solo, tepatnya di depan PT Coca-Cola Jatijajar, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, pada Selasa (14/4/2026) siang. Momen ini sontak menimbulkan gelombang kekhawatiran di kalangan pengguna jalan, yang menilai praktik ini jelas membahayakan.
Dari pengamatan langsung di lapangan, truk tersebut mengangkut tumpukan batu belah berukuran masif, jauh melampaui kapasitas yang seharusnya. Yang lebih mengkhawatirkan lagi, muatan tersebut sama sekali tidak dilengkapi dengan penutup maupun pengaman. Ditambah lagi, ketiadaan plat nomor pada kendaraan menambah daftar panjang pelanggaran terhadap aturan lalu lintas yang berlaku.
|
Baca juga:
Dr. Naf'an: Hukum Tak Bisa Dipesan!
|

Banyak pengendara yang melintas mengungkapkan rasa cemas mereka. “Ini sangat berbahaya, apalagi muatannya tinggi dan tidak ada pengaman. Kalau sampai jatuh bisa membahayakan pengendara lain, ” ujar Joko (45), seorang warga setempat yang turut merasakan keresahan.
Menanggapi beredarnya media online yang memicu perhatian publik ini, Kasat Lantas Polres Semarang, AKP Lingga Ramadhani, menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam. Tindakan tegas segera diambil.
“Sudah dilakukan penindakan. Kendaraan ditilang melalui Kanit Turjawali Satlantas Polres Semarang, IPDA Yulius, di lokasi Depo Bawen, ” ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Rabu (15/4/2026).
Upaya penindakan ini merupakan bagian krusial dari komitmen aparat kepolisian dalam menjaga ketertiban dan keamanan lalu lintas, terutama di jalur-jalur vital yang kerap dilalui kendaraan angkutan barang seperti kawasan Bergas.
Tak hanya kepolisian, publik juga menyuarakan harapan agar Dinas Perhubungan Kabupaten Semarang turut berperan aktif dalam memperketat pengawasan terhadap kendaraan angkutan barang yang tidak memenuhi standar keselamatan. Diharapkan pengawasan yang konsisten dapat mencegah terulangnya insiden serupa dan memberikan efek jera bagi para pelanggar aturan. (*)

Updates.